Di zaman dahulu kalau seseorang yang ingin datang ke Bait Allah atau masuk ke dalam gerbang indah adalah orang yang tidak boleh mempunyai cacat secara fisik. Pada zaman sekarang Tuhan tidak dibatasi lagi oleh gedung Bait Allah, karena Tuhan Yesus Kristus telah mati dan menebus dosa kita agar kita dikuduskan dan dilayakan untuk bisa datang ke dalam Kerajaan Allah. Cacat fisik yang pada zaman dahulu dilarang ternyata mempunyai arti juga secara rohani.
Pada Imamat 21:16-24 terdapat criteria orang yang tidak boleh mendekat kepada Tuhan, walaupun ia adalah keturunan Harun dan seharusnya menjabat sebagai imam sekalipun. Kecacatan rohani yang membuat seseorang dilarang mendekat kepada Tuhan adalah:
1. Kebutaan (Orang buta), pada bangsa Israel orang yang buta pasti jadi pengemis, walau ia keturunan seorang imam. Pada zaman sekarang buta tidak hanya fisik, tetapi juga secara rohani, yaitu:
a. Tidak mempunyai visi, sehingga ia tidak dapat melihat apa yang Tuhan ingin kerjakan dihidupnya.
b.Tidak dapat melihat kasih karunia Tuhan dalam hidupnya, terlebih lagi terhadap penebusan Kristus.
Walau mereka cacat, tetapi dalam Imamat 21 dikatakan kalau hidup mereka tetap dipelihara oleh Tuhan, tetapi tidak dapat mendekat kepada Tuhan.
2. Timpang (Orang yang timpang), orang timpang artinya orang yang jalannya tidak benar. Mungkin dari artinya kita langsung bisa menangkap maksudnya, yaitu kehidupan seseorang yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan yang diimani atau orang yang didepan orang banyak seperti ”Orang Kudus”, tetapi dibelakang ”Orang Kudis”. Orang yang seperti itu adalah orang yang munafik, memakai topeng untuk menunjukkan diri sebagai orang yang ga bercela, namun sebenarnya ia melakukan tindakan yang melanggar Firman Tuhan. Orang yang cacat rohani seperti ini adalah orang yang dimanfaatkan Tuhan, ia bisa melayani tetapi hidupnya tidak ada ”KASIH KARUNIA TUHAN”.
3. Cacat Muka, kalau ditafsirkan secara rohani mempunyai arti bahwa tidak ada kemuliaan Tuhan pada wajahnya. Artinya di dalam kehidupannya tidak mencerminkan KASIH TUHAN, sehingga orang yang melihatnya tidak ada damai sejahtera.
4. Anggota tubuhnya tidak seimbang, kalau yang ini dalam rohani artinya orang yang melakukan segala tindakan untuk menarik perhatian orang kepada dirinya sendiri atau dapat dikatakan hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri.
5. Orang yang patah kaki dan tangan, artinya secara dunia adalah orang yang ga bisa jalan dan melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan kaki dan tangan, tetapi secara rohani adalah orang yang ga pernah dapat melakukan pekerjaan Tuhan dan lebih mengasihani diri sendiri, serta menjadi orang yang punya pola pikir bahwa Tuhan lah yang wajib datang dan melayani kehidupan mereka.
6. Berbonggol (orang yang berbonggol), orang bisa berbonggol karena ada beban di punggungnya, tetapi secara rohani ini berarti orang tersebut selalu berasa dibebani dengan apapun yang ada. Beban itu adalah masalah dan tidak menyenangkan. Orang yang seperti ini cendrung minder, mengeluh, tidak percaya diri, dan mudah kecewa.
7. Kerdil (orang yang kerdil), secara manusia artinya orang yang tdak pernah mengalami pertumbuhan.Dari artinya kita sudah dapat mengerti pula makna secara rohani yang mirip. Pertumbuhan rohani tidak ditentukan oleh berapa lama kita menjadi orang Kristen, tidak ditentukan oleh pelayanan kita, dan juga tidak ditentukan oleh karunia yang dimiliki. Kedewasaan dan pertumbuhan rohani dapat dilihat dari sejauh mana ia dapat bertanggung jawab dalam hidupnya.
8. Bular mata, yaitu orang yang hanya dapat melihat dalam jarak pendek. Secara rohani artinya kurang lebih mirip, yaitu orang yang tidak dapat memandang jauh kepada perkara yang telah Tuhan siapkan. Lebih sederhananya adalah orang yang cacat seperti ini biasanya kalau ada 2 pihak kena masalah yah tidak pernaah memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dari pertikaian mereka yang terus berlangsung yang penting tujuan pendek mereka tercapai.
9. Rusak buah pelirnya, wew.... Mungkin buat beberapa orang kalau yang ini terlalu fulgar, kalau dari tulisan sih iya, tetapi maknanya biasa sih.hehehe. Kita tau fungsi dari buah pelir itu apa kan? So orang yang rusak pastinya orang yang mandul. Jadi orang Kristen yang ini adalah orang Kristen yang tidak mempunyai buah-buah rohani, buah rohani yang harus kita kembangkan, sehingga saat kita balik kepada Bapa dapat kita ceritakan ialah: buah jiwa, buah pertobatan, dan buah pelayanan. Jadi orang yang mengaku Kristen dan sudah lama, tetapi tidak dapat menunjukkan buah-buah ini berarti ia sedang mengalami kecacatan rohani.
Kecacatan fisik dapat disembuhkan, sama juga dengan kecacatan Rohani dapat Tuhan pulihkan. Karena Tuhan kita Maha besar dan Maha Kuasa! Selama kita hidup yah itulah proses kita agar dapat semakin sempurna seperti Tuhan, sehingga Ia menemukan kita tidak bercacat celah.
Blog ini tidak dibuat tuk menyindir seseorang atau sekelompok atau siapapun, tetapi blog ini dibuat agar setiap kita bisa saling menegur, mengingatkan, dan menguatkan kalau kita masih manusia biasa dan harus terus berubah sesuai pembaruan akal budi kita. Karena saya pun juga mengalami cacat rohani dan saya yakin Tuhan akan memulihkan saya selama proses hidup ini.
Blog ini saya ketik dengan menggunakan sumber dari:
Arifin, Ir. Timotius. TITIK-TITIK KELEMAHAN ROH ANDA. Jakarta: Bethlehem. 2005.
Di zaman dahulu kalau seseorang yang ingin datang ke Bait Allah atau masuk ke dalam gerbang indah adalah orang yang tidak boleh mempunyai cacat secara fisik. Pada zaman sekarang Tuhan tidak dibatasi lagi oleh gedung Bait Allah, karena Tuhan Yesus Kristus telah mati dan menebus dosa kita agar kita dikuduskan dan dilayakan untuk bisa datang ke dalam Kerajaan Allah. Cacat fisik yang pada zaman dahulu dilarang ternyata mempunyai arti juga secara rohani.
Pada Imamat 21:16-24 terdapat criteria orang yang tidak boleh mendekat kepada Tuhan, walaupun ia adalah keturunan Harun dan seharusnya menjabat sebagai imam sekalipun. Kecacatan rohani yang membuat seseorang dilarang mendekat kepada Tuhan adalah:
1. Kebutaan (Orang buta), pada bangsa Israel orang yang buta pasti jadi pengemis, walau ia keturunan seorang imam. Pada zaman sekarang buta tidak hanya fisik, tetapi juga secara rohani, yaitu:
a. Tidak mempunyai visi, sehingga ia tidak dapat melihat apa yang Tuhan ingin kerjakan dihidupnya.
b.Tidak dapat melihat kasih karunia Tuhan dalam hidupnya, terlebih lagi terhadap penebusan Kristus.
Walau mereka cacat, tetapi dalam Imamat 21 dikatakan kalau hidup mereka tetap dipelihara oleh Tuhan, tetapi tidak dapat mendekat kepada Tuhan.
2. Timpang (Orang yang timpang), orang timpang artinya orang yang jalannya tidak benar. Mungkin dari artinya kita langsung bisa menangkap maksudnya, yaitu kehidupan seseorang yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan yang diimani atau orang yang didepan orang banyak seperti ”Orang Kudus”, tetapi dibelakang ”Orang Kudis”. Orang yang seperti itu adalah orang yang munafik, memakai topeng untuk menunjukkan diri sebagai orang yang ga bercela, namun sebenarnya ia melakukan tindakan yang melanggar Firman Tuhan. Orang yang cacat rohani seperti ini adalah orang yang dimanfaatkan Tuhan, ia bisa melayani tetapi hidupnya tidak ada ”KASIH KARUNIA TUHAN”.
3. Cacat Muka, kalau ditafsirkan secara rohani mempunyai arti bahwa tidak ada kemuliaan Tuhan pada wajahnya. Artinya di dalam kehidupannya tidak mencerminkan KASIH TUHAN, sehingga orang yang melihatnya tidak ada damai sejahtera.
4. Anggota tubuhnya tidak seimbang, kalau yang ini dalam rohani artinya orang yang melakukan segala tindakan untuk menarik perhatian orang kepada dirinya sendiri atau dapat dikatakan hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri.
5. Orang yang patah kaki dan tangan, artinya secara dunia adalah orang yang ga bisa jalan dan melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan kaki dan tangan, tetapi secara rohani adalah orang yang ga pernah dapat melakukan pekerjaan Tuhan dan lebih mengasihani diri sendiri, serta menjadi orang yang punya pola pikir bahwa Tuhan lah yang wajib datang dan melayani kehidupan mereka.
6. Berbonggol (orang yang berbonggol), orang bisa berbonggol karena ada beban di punggungnya, tetapi secara rohani ini berarti orang tersebut selalu berasa dibebani dengan apapun yang ada. Beban itu adalah masalah dan tidak menyenangkan. Orang yang seperti ini cendrung minder, mengeluh, tidak percaya diri, dan mudah kecewa.
7. Kerdil (orang yang kerdil), secara manusia artinya orang yang tdak pernah mengalami pertumbuhan.Dari artinya kita sudah dapat mengerti pula makna secara rohani yang mirip. Pertumbuhan rohani tidak ditentukan oleh berapa lama kita menjadi orang Kristen, tidak ditentukan oleh pelayanan kita, dan juga tidak ditentukan oleh karunia yang dimiliki. Kedewasaan dan pertumbuhan rohani dapat dilihat dari sejauh mana ia dapat bertanggung jawab dalam hidupnya.
8. Bular mata, yaitu orang yang hanya dapat melihat dalam jarak pendek. Secara rohani artinya kurang lebih mirip, yaitu orang yang tidak dapat memandang jauh kepada perkara yang telah Tuhan siapkan. Lebih sederhananya adalah orang yang cacat seperti ini biasanya kalau ada 2 pihak kena masalah yah tidak pernaah memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dari pertikaian mereka yang terus berlangsung yang penting tujuan pendek mereka tercapai.
9. Rusak buah pelirnya, wew.... Mungkin buat beberapa orang kalau yang ini terlalu fulgar, kalau dari tulisan sih iya, tetapi maknanya biasa sih.hehehe. Kita tau fungsi dari buah pelir itu apa kan? So orang yang rusak pastinya orang yang mandul. Jadi orang Kristen yang ini adalah orang Kristen yang tidak mempunyai buah-buah rohani, buah rohani yang harus kita kembangkan, sehingga saat kita balik kepada Bapa dapat kita ceritakan ialah: buah jiwa, buah pertobatan, dan buah pelayanan. Jadi orang yang mengaku Kristen dan sudah lama, tetapi tidak dapat menunjukkan buah-buah ini berarti ia sedang mengalami kecacatan rohani.
Kecacatan fisik dapat disembuhkan, sama juga dengan kecacatan Rohani dapat Tuhan pulihkan. Karena Tuhan kita Maha besar dan Maha Kuasa! Selama kita hidup yah itulah proses kita agar dapat semakin sempurna seperti Tuhan, sehingga Ia menemukan kita tidak bercacat celah.
Blog ini tidak dibuat tuk menyindir seseorang atau sekelompok atau siapapun, tetapi blog ini dibuat agar setiap kita bisa saling menegur, mengingatkan, dan menguatkan kalau kita masih manusia biasa dan harus terus berubah sesuai pembaruan akal budi kita. Karena saya pun juga mengalami cacat rohani dan saya yakin Tuhan akan memulihkan saya selama proses hidup ini.
Blog ini saya ketik dengan menggunakan sumber dari:
Arifin, Ir. Timotius. TITIK-TITIK KELEMAHAN ROH ANDA. Jakarta: Bethlehem. 2005.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar