Selasa, 15 September 2009

Gimana caranya mentoring itu bisa sukses?

Mentoring adalah suatu proses yang harus berlangsung terus-menerus (continous process)
Mentoring, bae fathering atau mentoring ataupun dicipling juga merupakan proses 2 arah atau timbal balik. Jadi ga bisa cuman 1 arah...
Sering kali saya berpikir, alangkah baenya jika dibina ma orang-orang yang sudah luar biasa, tetapi masalahnya bukan dengan siapa saya dibina.
Lalu yang menentukan apakah proses itu berhasil ada beberapa hal, seperti:
1. Tunduk dan Taat, sebagai seorang anak yang dimentor ataupun dibapai sangat penting buat bisa punya sikap hati yang tunduk dan menaaati semua pengajaran dan standar yang ada. Seperti ketika Elisa menjadi pelayannya Elia.
2. Respon hati yang benar, ketika proses mentoring ataupun fathering berlangsung. Pastinya ada juga konflik diantara mentor dan mentee ataupun dicipler dengan diciple ataupun father dengan son. Sangat perlu respon yang benar untuk mengatasi hal itu, seperti sikap Elisa ketika disuruh meninggalkan Elia.
3. Menangkap isi hati dan melanjutkan isi hati dari mentor atau father-nya. Banyak dari orang hanya dimentor atau dibapai atau dimuridkan, tetapi mereka tidak pernah mengerti apa sih isi hati terdalam dari mentornya. Hal ini penting banget karena jika tidak maka hanya follow mentor not follow Jesus.
4. Keterbukaan, dalam proses mentoring atau fathering atau dicipling sangat butuh terbuka, karena proses ini tujuannya mengubah hati gar bisa mengenal hati Bapa dan menjadi Kristen dewasa seperti Kristus.
5. Spent time, dalam suatu proses sangat diperlukan waktu luang ber2 untuk saling mendekatkan diri, sehingga bisa melihat model atau teladan dari mentornya, serta proses inherritance hati itu bisa turun dengan dashyat gitu...
sepertinya cuma ini deh, kalo ada yang mau tambain silahkan.... Mentoring adalah suatu proses yang harus berlangsung terus-menerus (continous process)
Mentoring, bae fathering atau mentoring ataupun dicipling juga merupakan proses 2 arah atau timbal balik. Jadi ga bisa cuman 1 arah...
Sering kali saya berpikir, alangkah baenya jika dibina ma orang-orang yang sudah luar biasa, tetapi masalahnya bukan dengan siapa saya dibina.
Lalu yang menentukan apakah proses itu berhasil ada beberapa hal, seperti:
1. Tunduk dan Taat, sebagai seorang anak yang dimentor ataupun dibapai sangat penting buat bisa punya sikap hati yang tunduk dan menaaati semua pengajaran dan standar yang ada. Seperti ketika Elisa menjadi pelayannya Elia.
2. Respon hati yang benar, ketika proses mentoring ataupun fathering berlangsung. Pastinya ada juga konflik diantara mentor dan mentee ataupun dicipler dengan diciple ataupun father dengan son. Sangat perlu respon yang benar untuk mengatasi hal itu, seperti sikap Elisa ketika disuruh meninggalkan Elia.
3. Menangkap isi hati dan melanjutkan isi hati dari mentor atau father-nya. Banyak dari orang hanya dimentor atau dibapai atau dimuridkan, tetapi mereka tidak pernah mengerti apa sih isi hati terdalam dari mentornya. Hal ini penting banget karena jika tidak maka hanya follow mentor not follow Jesus.
4. Keterbukaan, dalam proses mentoring atau fathering atau dicipling sangat butuh terbuka, karena proses ini tujuannya mengubah hati gar bisa mengenal hati Bapa dan menjadi Kristen dewasa seperti Kristus.
5. Spent time, dalam suatu proses sangat diperlukan waktu luang ber2 untuk saling mendekatkan diri, sehingga bisa melihat model atau teladan dari mentornya, serta proses inherritance hati itu bisa turun dengan dashyat gitu...
sepertinya cuma ini deh, kalo ada yang mau tambain silahkan....

| bisnis online |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar